Sejarah Prewashed Jeans ( Langsung dari Ahlinya )

Para denimhead pasti sudah tahu tentang istilah pre-washed jeans, yakni tahap ketiga dan terakhir dalam proses pembuatan jeans.

Tepatnya proses pre-washed denim dilakukan setelah desain, potong, dan jahit. Tujuan pre-washed jeans tersebut dilakukan agar jeans tampak menua dengan sengaja.

Alasannya adalah untuk membuat jeans terasa lebih nyaman dipakai dan lebih tahan lama juga usianya. Jeans memang banyak digemari, hingga menjadi personal style seorang individu.

Seakan-akan dengan menggunakan jeans dapat merepresentasikan karakter individu itu seperti apa, sehingga menjadi bagian penting dalam hidup.

Kali ini Indokonveksi sebagai pionir konveksi jogja akan mengulas tentang sejarah pre-washed Jeans. simak terus ya

Awal Mula Pre-washed Jeans

Beberapa brand pada awalnya menggunakan teknik pre-washed jeans, namun ternyata banyak juga yang menyukai kelembutannya dibandingkan dengan jeans non-pre-shrunk yang kaku.

Orang-orang menyukai tampilan jeans yang sudah usang, tetapi tidak ingin membeli yang bekas atau mereka tidak sabar menunggu jeans mengalami pemudaran secara alami.

Industri garmen telah menjadi bagian dari industri mode di Eropa pada akhir tahun 60-an dan awal 70-an.

Terinspirasi oleh gerakan hippie, perintis merek Italia seperti Rifle, Roy Rogers, Fiorucci, Bell Bottom, King’s dan Ufo mulai membuat jeans sekitar waktu itu.

Saat itulah laundry finishing garmen mulai bermunculan, “karena jeans perlu dicuci,” seperti yang dikatakan Giovanni Petrin, manajer grup laundry Martelli.

Pelanggan menginginkan jeans yang sudah memiliki tampilan live-in yang diinginkan; jeans dengan ‘kepribadian’ langsung dari rak toko. Salah satu pre-washed jeans pertama adalah Adriano Goldschmied.

Era Kedua Pre-Washed: Pengrajin dan Replika

Memasuki tahun 80an – 2000, para desainer dan binatu mulai bereksperimen dengan abrasi yang lebih terlokalisir pada jeans.

Tujuannya adalah untuk meniru bentuk fading yang terjadi secara alami, tetapi juga noda, goresan, luka dan robekan, yang dibuat dengan tangan. Tinting, overdyeing dan brushing juga mulai muncul di era ini.

Untuk membuat fade lokal, misalnya pada paha, Tonello membuat Brush Robot. Mesin otomatis yang dilengkapi dengan kuas besar untuk mengikis jeans.

Robot Sikat pertama dipasang di pabrik Martelli di Vedelago pada tahun 1990. Butuh sekitar satu tahun pengujian sebelum mereka mendapatkan efek yang diinginkan, kenang Giovanni.

Lahirnya Teknik Sandblasting

Pada tahun 80an, selama shift malam di Lavanderia Candida di Italia, seorang pekerja lupa membuka katup air selama pemutihan batu (stone bleach).

Pada pameran dagang di Cologne, Rifle memperkenalkan hasil akhir, yang kemudian dikenal sebagai pencucian ‘marmer’ atau ‘asam’.

Hal ini juga yang menginspirasi teknik sandlblasting pada denim yang sekarang telah dilarang. Terinspirasi oleh bagaimana pengrajin akan mengampelas kayu dan besi, diterapkan di binatu denim.

Sandblasting sendiri merupakan teknik mencuci denim dengan memasukkan butiran pasir ke dalam selang udara, selanjutnya menyemprotkannya dengan kekuatan tinggi ke denim atau bahan jins. Cara ini dipakai agar pakaian tampak kusam.

Hasil serupa dicapai dengan menyemprotkan bahan kimia pemutih dan pengoksidasi seperti hipoklorit atau kalium permanganat ke jeans.

Membuat Goresan Jeans Menggunakan Amplas

Sekitar 1993-1994 telah terjadi krisis di industri tekstil Italia, sebagian besar produksi jeans Italia di-outsource, khususnya di Turki dan Tunisia.

Saat itulah Giovanni dan timnya di Martelli Vedelago membuat jeans gores tangan pertama menggunakan amplas.

Cara ini mengubah tampilan jeans. Desainer membuat ulang jeans vintage dan menciptakan tampilan usang yang alami seakurat mungkin.

Pada saat yang sama, harga eceran jeans terus naik dengan merek premium dan mewah mendominasi pasar. “Tahun 2000 hingga 2008 adalah ‘zaman keemasan jeans’,” kenang Giovanni.

Demikian artikel sejarah pre-washed jeans dari Indokonveksi sebagai pionir konveksi jogja, semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan teman-teman. terimakasih.

 

Scroll to Top